Aksi berlangsung damai dengan tujuh tuntutan dari aliansi Mahasiswa Unimal bergabung dengan masyarakat di depan DPRK Kota Lhokseumawe
Lhokseumawe, goresnews.com ratusan mahasiswa bergabung dengan masyarakat menuju titik kumpul aksi, dilapangan Irak turun kejalan mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Simpang Empat, Kecamatan. Banda Sakti, Lhokseumawe Senin (12/09/2022)
Massa aksi tiba dilokasi jam 09.11 WIB dikomandoi Koordinator Lapangan (Korlap) Aris Muhandar anak Hukum semester tujuh menyerukan pada seluruh massa aksi.
“aksi kita ini adalah aksi damai, selama aksi tidak diperbolehkan anarkis, aksi hanya menyuarakan tuntutan mahasiswa bersama masyarakat kepada Pemerintah melalui perwakilan rakyat di gedung DPRK”.
Riski RM mahasiswa jurusan sastra membacakan tujuh petisi tuntutan mahasiswa dan masyarakat: 1. Mendesak dan meminta pemerintah untuk menurunkan harga BBM bersubsidi karena akan mengorbankan kondisi ekonomi rakyat, terutama masyarakat kelas menengah kebawah, 2. Mendesak Pemerintah agar bisa menangani permasalahan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang tidak tepat sasaran, 3. Mendesak Pemerintah untuk mencabut kebijakan tarif dasar listrik, 4. Mendesak Pemerintah untuk menghentikan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) yang baru, Pemerintah harus memfokuskan perbaikan ekonomi nasional, 5. Mendesak Pemerintah untuk memberantas dan menindak tegas Mafia Minyak dan Gas (MIGAS), 6. Mendesak DPRK Kota Lhokseumawe untuk membentuk tim pengawas disetiap stasiun pengisian Bahan Bakar Umum (BBM) pada SPBU-SPBU dan kami berharap segera dilakukan oleh DPRK Kota Lhokseumawe dalam 1×24 jam setelah aksi selesai, 7. Menuntut pemerintah transparansi dalam penuntasan kasus HAM yang ada di Indonesia.
Disamping itu Saadah Hasibuan (20) mahasiswi jurusan hukum semester lima dilapangan pada goresnews mengatakan wajarlah mahasiswa dan masyarakat turun kejalan, kenapa..? ini pertanyaan penting, coba kita bayangkan belum lagi pulih betul rakyat Indonesia dilanda bencana musibah Covid-19 sudah dilangkan dengan kenaikan Minyak Goreng dan sekarang melambungnya harga BBM estimasi kenaikan 35%, membuat lambung masing-masing rakyat Indonesia menjadi sesak tak karuan.
Masih katanya, kami sebagai mahasiswa yang meranto menuntut ilmu dari penjuru daerah, kasihan melihat orang tua kami dikampung pak, dengan kenaikan BBM berimbas kenaikan seluruh objek kebutuhan kami disini pak.
“Sebetulnya kalau ditanyak hati kecil, kami ingin pulang membantu orang tua diladang namun sudah terpatri didiri kami cita-cita harus terujut”
Begitu juga dengan Antarullah mahasiswa jurusan pertanian, meminta pada Pemerintah tolong lihatlah kebawah jangan terus memandang keatas, anak-anak negri sedang sakit pak… menaikan BBM bukan solusi utama masih banyak lagi yang bisa diperbuat tanpa menaikan harga BBM.
“Jangan paksa kami sebagai anak-anak Negri untuk menuangkan air mata besar untuk melakukan aksi-aksi kelanjutan kedepan dengan dampak kenaikan BBM ini”
Putra Sitorus sebagi jendral lapangan menerangkan dalam aksi antisipasi agar tidak masuk penyusup kami membuat dress code, massa aksi bagi yang tidak memakai almamater harus menggunakan pita merah serta membawa perlengkapan pasta gigi, titik kumpul ada tiga gerbang Kampus Bukit Indah bagi mahasiswa BI, gerbang Kampus Reuleut bagi Mahasiswa Reuleut semua meluncur menuju lapangan Irak Kota Lhokseumawe tiba di TKP jam 08.00 WIB
Aksi berlangsung damai mulai dari awal aksi hingga akhir sebelum maghrib, walau sedikit kisruh dilapangan namun masih teroganisir dengan aman, massa aksi bubar dengan tenang sambil menyanyikan lagu kebesaran aksi (Saadah/CS).












