Labusel, goresnews.com Ketua Forum Komunikasi Pemuda dan Mahasiswa Sumatera Utara (FKPMS) Budi Syahbana Siregar, akrab di panggil Budi Kapal Laut (BKL) menjelaskan pada media disinyalir adanya dugaan korupsi yang dilakukan beberapa Kepala Desa, di saat BKL duduk bersama media di parkiran Polres Labuhanbatu Selatan Rabu Jalinsum Kotapinang – Gunung tua, Desa Sosopan (11/12/2024)
Adapun yang di laporkan FKPMS ketidak sesuaian dan indikasi korupsi dana program pengadaan ketahanan pangan (hampang), infrastruktur, sosial kemasyarakatan serta sarana air bersih di berapa Desa yang ada di Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
Kami, masyarakat yang tergabung di FKPMS sudah masukkan surat laporan ke Inspektorat Senin tanggal 9 Desember, saya sebagai ketua meminta kepada jajaran Kepala Desa beserta kaurnya, transparansilah terhadap anggaran yang di kelola masing-masing Desa, serta jangan ada manifulasi data atas keuangan tersebut, dan ini salah satunya laporan kita, ujar Budi.
Begitu juga dengan jajaran Inspektorat, jangan hanya nunggu laporan masuk, baru bekerja. Ingat kami terus memantau kinerja Inspektorat, kalau memang nantinya laporan kami dipetikemaskan atau diulur-ulur, atau adanya bahasa dari inspektur kurangnya personil sehingga durasi kinerjanya sangat lama, saya bersama teman-teman yang tergabung di FKPMS pasti turun kejalan, tegas Budi
Kepala Inspektorat Sopian Nasution saat dikonfirmasi menggunakan seluller menjelaskan memang betul, ada laporan masyarakat kekantor kita terkait korupsi yang dilakukan beberapa oknum Kepala Desa.
Semua laporan FKPMS kita terima, dan sekarang kita lagi memanggil Kepala Desa tersebut sekaligus memeriksa berkas-berkas yang disinyalir berbau korupsi.
Dan apabila terdapat kejanggalan dalam keuangan dana Desa, kita pasti paksakan Kepala Desa tersebut segera memulangkan seberapa banyak dana yang di saliap mereka, agar mereka terbebas dari kasus tersebut, kata Sopian
“Sembari menunggu jawaban Inspektur atas nama-nama Desa yang dipanggil saat ini melalui wasshapnya”.
Agung irban khusus inspektorat menjelaskan dikantornya adapun nama-nama kelima Desa yang dipanggil adalah Desa Bunut, Desa Bange, Desa Asam Jawa, Desa Aek Batu, Desa Pangarungan, dan kita masih dalami terkait penyalagunaan anggaran Desa tahun 2023, tersebut.
Pj Kepala Desa Asam Jawa Hendra Kusbandi membenarkan dirinya di panggil ke Inspektorat, ya sebagai bawahan dan pengguna anggaran kita datang ke kantor Inspektorat sekaligus membawa berkas apa-apa saja yang dimintai mereka, kata Pj Kades tersebut.
“Terpenting kita sebagai Pj Kades tidak ada melakukan kesalahan apalagi penyelewengan terhadap anggaran dana-dana tersebut” kata Hendra akhiri panggilan wasshapnya.
Reporter] regar.












