Polemik Rektorat Univa Labuhanbatu Belum Temui Titik Damai

LABUHANBATU, goresnews.com suasana di Universitas Al Washliyah (Univa) Labuhanbatu memanas setelah terjadi keributan di area kampus pada Sabtu pagi (20/9/2025). Insiden itu dipicu saat pintu gerbang kampus dikunci dan kemudian dipaksa dibuka oleh sekelompok orang.

Ketegangan mulai mereda setelah Ketua Umum PB Al Washliyah, Dr. H. Masyhuril Khamis, SH., MM., bersama Anggota DPD RI, Dedi Iskandar, melakukan pertemuan dengan Rektor Univa, Basyarul Ulya. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak mencoba mencari jalan tengah melalui mediasi.

Namun, mediasi belum menghasilkan kesepakatan. Pihak mediator mengusulkan agar kedua belah pihak sama-sama mengundurkan diri dan menunjuk pelaksana tugas (Plt) rektor versi mereka.

Menanggapi hal itu, Basyarul Ulya menyatakan kesediaannya untuk mundur dengan syarat proses pengangkatan Plt dilakukan sesuai mekanisme dan Statuta universitas. Ia menegaskan, berdasarkan aturan, pengangkatan Plt seharusnya diputuskan melalui rapat senat dan diberikan kepada Wakil Rektor I.

“Saya masih menjabat sebagai Rektor Universitas Al Washliyah Labuhanbatu hingga masa jabatan saya berakhir,” ujar Ulya.

Hingga saat ini, polemik kepemimpinan di Univa Labuhanbatu masih berlanjut dan belum menemukan titik penyelesaian.

Reporter] Deny.