KOTAPINANG, goresnews.com – Hampir sepekan pasca aksi solidaritas yang digelar oleh Forum Wartawan Bersatu Labuhanbatu Selatan (FWB-LS), belum ada tanggapan resmi dari Polres maupun Kementerian Agama (Kemenag) terkait tuntutan yang disampaikan. FWB-LS pun melayangkan surat resmi untuk meminta kejelasan sikap dari kedua institusi tersebut.
Surat kepada Polres Labusel dikirim dengan nomor 003/BERSATU/AGUSTUS/2025, dan kepada Kemenag dengan nomor 004/FWB-BERSATU/AGUSTUS/2025. Keduanya telah diterima pada Kamis, 14 Agustus 2025.
Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO), Candra Siregar, menyayangkan lambannya respon dari pihak Polres dan Kemenag. “Sudah sepatutnya kami menerima jawaban atas tuntutan yang kami ajukan sejak aksi dilakukan. Ini sudah lebih dari seminggu, namun belum ada perkembangan,” tegas Candra kepada media Jumat (15/08/2025).
Bagian umum penerima surat masuk dari FWB-LS di Kantor Kemenag (foto-joko)
Ia juga menyoroti janji Kemenag saat aksi berlangsung, yang disebut akan melibatkan tim media jika turun ke lapangan terkait kejanggalan dari Yayasan Darul Muhsinin (Y-DM) Langga Payung. “Saat itu Kepala Kemenag H Alwaluddin Habibi Siregar terlihat mengangguk sebagai bentuk persetujuan. Namun sampai hari ini, tak ada kabar lanjutan,” tambahnya.
FWB-LS meminta agar kedua instansi bersikap kooperatif dan merespons tuntutan mereka secara terbuka. Jika tidak ada tanggapan dalam waktu dekat, FWB-LS menegaskan akan kembali turun ke jalan.
“Jika tidak juga ada jawaban, maka dengan berat hati kami akan melakukan aksi lanjutan,” tutup Candra.
Reporter] Erii-CS.
Editor – redaksi.












