Salah Pukul Hingga Berdarah-Darah…? Warga Mengaku Dihajar Satpam PTPN IV Regional I Perkebunan Janji

Foto, korban Tri Wibowo pada saat kejadian mengalami patah tulang hidung.

 

LABUHANBATU, goresnews.com⁠ dugaan salah sasaran dalam kasus pencurian di lingkungan PTPN IV Regional I Kebun Janji berujung petaka bagi seorang warga bernama Tri Wibowo alias Bowo. Pria yang sehari-hari berjualan di warung kecil pinggir Gapura Selamat Datang Kota Rantauprapat itu mengaku menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sejumlah satpam perkebunan, Sabtu (18/04/2026) sekira pukul 17.00 WIB.

Ironisnya, aksi pemukulan itu disebut terjadi di depan anak korban yang masih berusia enam tahun. Tangis histeris sang anak pecah saat ayahnya diseret keluar warung dan dipukuli di pinggir Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum).

Menurut pengakuan Bowo, sejumlah satpam datang secara tiba-tiba ke warung miliknya sambil menuding dirinya terlibat pencurian di areal kebun. Salah seorang pria bahkan disebut mengaku sebagai anggota polisi.

“Saya tidak pernah mencuri. Mereka datang ke warung saya, langsung marah-marah. Ada yang mengaku polisi bilang ‘ini aja angkat katanya’, lalu saya ditarik paksa keluar,” ujar Bowo kepada wartawan, Minggu (10/05/2026).

Korban mengaku sempat bertahan dengan memegang tiang warung sambil meminta agar menunggu ayahnya datang. Namun permintaan itu diabaikan. Ia justru terus dipukul sambil diteriaki maling oleh para pelaku yang berjumlah lebih kurang puluhan orang.

“Saya bilang tunggu bapak saya datang sebentar lagi, tapi mereka tidak peduli. Saya terus dibogem sambil diteriaki pencuri,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Bowo menegaskan dirinya tidak pernah melakukan pencurian seperti yang dituduhkan. Ia mengaku hanya mencari nafkah dipinggir jalan demi menghidupi keluarga kecilnya.

“Demi Allah saya tidak pernah mencuri pak. Saya kerja jualan untuk membesarkan anak saya,” ucapnya lirih sambil menitikkan air mata.

Merasa keberatan atas tindakan tersebut, pihak keluarga akhirnya melaporkan kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan oleh satpam PTPN IV itu ke Polres Labuhanbatu. Laporan tersebut tercatat dalam Surat Tanda Penerima Laporan (STPL) Nomor: STTPL/B/581/IV/2026/SPKT/POLRES LABUHANBATU/POLDA SUMATERA UTARA.

Keluarga korban berharap aparat penegak hukum segera mengungkap identitas para pelaku dan memproses pihak-pihak yang terlibat, termasuk oknum yang diduga mengaku sebagai polisi saat penjemputan paksa terjadi.

Sementara itu, Juru Periksa (Juper) Polres Labuhanbatu, Roki Volvo saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa laporan masih dalam tahap penyelidikan.
“Pelapor, korban, saksi, dan pihak satpam PTPN IV yang piket saat kejadian sudah dilakukan pemeriksaan wawancara bang,” jelasnya, minggu (10/05/2026)

Ia juga mengatakan bahwa penyidik berencana melakukan pemanggilan terhadap pihak manajemen PTPN IV Regional I untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Rencana tindak lanjut akan dilakukan pemanggilan terhadap manager PTPN IV Regional I bang,”

Ayah korban berharap kepada pihak kepolisian agar segera mengungkap siapa dalang pemukulan Satpam PTPN IV Regional I perkebunan Janji yang mencetrai anak saya, tersebut. Yang lebih parahnya lagi pas saya datang kewarung anak saya, posisi tangan anak saya diborgol seperti residivis ditonton banyak orang, malu loh pak.

Reporter] Rozi-CS