Tikaman Maut di Aek Batu! Remaja 17 Tahun Tewas Bersimbah Darah.

FOTO, Kapolsek AKP Guruhsinga cek kelokasi tempat kejadian penikaman Dusun Kandang Motor, Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, Labuhanbatu Selatan.

 

TORGAMBA, goresnews.com amarah brutal berujung mengerikan di Dusun Kandang Motor, Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, berubah mencekam pada Kamis sore (14/05/2026). Seorang remaja bernama Wahyudi Kurniawan (17) tewas mengenaskan usai diduga menjadi korban pengeroyokan dan penikaman brutal yang dilakukan dua orang pelaku, ayah dan anak.

Peristiwa berdarah itu terjadi di halaman rumah seorang warga bernama Ridwan sekitar pukul 18.00 WIB. Korban meregang nyawa setelah mengalami luka tikam serius di bagian punggung belakang sebelah kiri hingga mengeluarkan banyak darah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden maut tersebut bermula saat korban bersama rekannya, Aldo melintas menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion. Ketika melintas di depan rumah pelaku, mereka diduga dilempari batu oleh Suprastio, namun tidak mengenai korban.

Tak berhenti di situ, pelaku kemudian memanggil korban untuk berhenti. Namun korban memilih melanjutkan perjalanan hingga akhirnya singgah di rumah saksi Ridwan di Dusun Kandang Motor.

Sekitar 30 menit kemudian, suasana berubah menjadi petaka. Suprayetno datang bersama anaknya menggunakan sepeda motor Yamaha NMAX warna hitam dan langsung menghampiri korban.

“Ngapain kau chat-chat anakku?” bentak pelaku kepada korban.
Korban yang terus membantah tuduhan tersebut kemudian terlibat cekcok hingga berujung perkelahian dengan Suprastio. Saat situasi memanas dan anaknya diduga mulai terdesak, Suprayetno disebut langsung turun tangan dengan membawa pisau.

Tanpa ampun, senjata tajam itu dihujamkan ke tubuh korban dari arah belakang. Tikaman maut tersebut membuat Wahyudi roboh bersimbah darah di tanah. Warga yang berada di lokasi dibuat panik melihat korban terkapar tak berdaya.
Ironisnya, usai korban jatuh dan sekarat, kedua pelaku disebut langsung meninggalkan lokasi begitu saja.

Warga yang geger kemudian menghubungi personel Polsek Torgamba. Dipimpin Kapolsek AKP S. Gurusinga, aparat bergerak cepat menuju lokasi, melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, serta memburu pelaku.

Tak lama berselang, sekitar pukul 18.45 WIB, pelaku utama akhirnya menyerahkan diri ke kantor polisi setelah sebelumnya sempat pulang ke rumah dan menceritakan kejadian tersebut kepada keluarganya.
Dari hasil pemeriksaan medis di Puskesmas Cikampak, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka tusuk benda tajam di bagian punggung yang menyebabkan pendarahan hebat.

Peristiwa tragis ini menjadi tamparan keras bagi masyarakat. Persoalan pribadi yang seharusnya bisa diselesaikan secara baik-baik justru berubah menjadi aksi brutal yang merenggut nyawa seorang remaja.

Kini kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Torgamba. Polisi juga telah mengamankan barang bukti dan memasang garis polisi di lokasi kejadian.
Kasus berdarah ini menjadi pengingat mengerikan bahwa emosi yang tak terkendali hanya akan melahirkan penyesalan, duka, dan kehancuran bagi banyak pihak.

Reporter] Sobri.